Sekitar pukul 04.34 pagi tiba-tiba aku terbangun. Aku memimpikan suatu hal yang aneh. Mungkin karena pembicaraanku dengan seorang teman yang mengatakan bahwa salah satu teman kami di kantor resign karena berhasil lolos untuk belajar di Amerika.
Dia adalah salah satu OSIS di SMK St. Theresia. Aku sudah kagum dengannya sejak pertama kali kami bertemu dan dia menjadi senior yang menjalankan MOS untukku. Aku tahu bahwa dia akan mendapatkan yang ia inginkan sejak pertama kali dia mengatakan bahwa dia akan mengajukan diri untuk mendapatkan kesempatan belajar di Amerika, dan sekarang dia benar-benar ada di Amerika.
Cerita dari salah satu teman yang mengatakan bahwa seniorku itu sudah di Amerika sekarang membuat aku kagum dan terkejut. Yang terbersit di pikiranku kala itu adalah "Dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada." Dan mendadak aku merasa menyesal karena tidak mengambil kesempatan yang sama yang pernah dia tawarkan juga kala itu. Aku ingin sekali mencoba untuk belajar di negeri orang, terutama Amerika. Aku ingin tahu bagaimana rasanya hidup mandiri dan mengenal orang-orang baru yang berbeda bahasa dan bangsa :)
Semalam aku memimpikan senior ku itu. Aku memimpikan visa, passport, ijin tinggal, dsb yang sudah diterima oleh senior ku itu dan dia memberitahukannya padaku. Tiba-tiba saja aku terbangun dan kemudian tidak bisa tidur lagi. Sekali lagi merasa menyesal karena sudah menyia-nyiakan kesempatan yang sebenarnya bisa aku raih juga.
Bukan hanya untuk belajar di negeri orang, namun juga setiap kesempatan untuk mendapatkan hal yang lebih baik. Mendapatkan kebahagiaan, mendapatkan setiap peluang yang akan mengantarkan pada kesuksesan. Aku jadi termotivasi untuk menantang diriku, melakukan apa yang tidak biasa aku lakukan dan mencoba hal baru yang aku anggap mengerikan, namun kali ini aku olah pola pikirku bahwa hal itu tidak lah mengerikan namun merupakan sebuah tantangan. Tantangan yang nantinya akan membawa aku kepada "AKU" yang lebih baik dari sekarang.
Ya, aku mencoba. Aku melihat kesempatan, sekecil apapun itu, aku akan coba untuk mengambilnya, dengan segala resiko yang mungkin harus aku hadapi.
Manusia hidup memang penuh resiko. Resiko juga merupakan tantangan yang harus kuhadapi.
Saat ini aku menemukan bahwa diriku bukanlah apa-apa. Aku hanyalah seseorang yang mungkin masih dipandang sebelah mata. Aku memang gadis yang biasa-biasa saja - dari luar. Tapi aku tahu jika aku memiliki potensi untuk menjadi luar biasa - di dalam. Setiap dari kita memiliki potensi yang sama untuk menjadi sukses. Kalo kata atasanku, "Jiwa pemimpin itu sudah ada dalam diri kita, tinggal kita yang mau mengolahnya atau tidak." Ya, jiwa pemimpin yang akan memimpin diri menjadi sukses.
...dan satu lagi yang gak boleh dilupakan adalah.. berdoa dan tetap berpegang pada Tuhan. Karena bagaimana pun juga, manusia yang berusaha namun Tuhan yang menentukan :)
Apa tujuan hidupku?
Aku hidup untuk menjadi bahagia dan berguna bagi sesama.
Menghargai diri dengan memberikan penghargaan dari setiap kesuksesan yang bisa aku raih dalam setiap kesempatan yang ada.
Amin.
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar