All about me and my own world !

I try to describe "me".Hope you enjoyed my world. If you don't like it exit button is over there. Thanks! :)

Selasa, 14 Agustus 2012

Fenomena Jokowi-Ahok 2012

Pilkada DKI akhirnya memasuki putaran kedua setelah Jokowi-Ahok mengalahkan pasangan calon yang lain yaitu Fauzi Bowo dan Nachrawi Ramli. Semakin mendekati putaran kedua ketegangan yang terjadi semakin terasa saja.

Setiap malem, sebelum tidur, gw sempet-sempetin dulu baca detik.com, kompas.com, cari berita tentang Jokowi-Ahok dan lawan politiknya. Sudah sejauh mana mereka mendapatkan dukungan dari rakyat. Sejauh ini gw menyadari bahwa Jokowi-Ahok lah yang banyak mendapatkan simpati rakyat.

Fenomena Jokowi-Ahok ini benar-benar menjadi hal yang baru di Jakarta. Setelah Pak Jokowi berhasil membangun kota Solo dan menjadi salah satu dari walikota terbaik di dunia, Pak Jokowi pun maju menjadi salah satu calon gubernur Jakarta. Melihat prestasinya terdahulu  gw berpendapat hampir 100 % kalo nantinya Pak Jokowi akan memajukan Jakarta juga. Mungkin akan ada banyak pro dan kontra yang terjadi jika nanti beliau menjabat. Kita bisa bercermin pada situasi sekarang, dimana ketika masih pencalonan pun sudah banyak terjadi isu-isu yang tidak benar yang menimpa pasangan calon Jokowi-Ahok. Isu SARA, Isu money politic, bahkan yang terbaru ini terjadi fitnah yang menimpa Jokowi dan kedua orang tuanya. Sangat disayangkan jika hal itu tidak bisa diselesaikan oleh Panwaslu, padahal tugas Panwaslu adalah mengawasi jalannya kampanye, dan juga mengendalikan situasi yang terjadi selama masa tenang menuju putaran kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Ya.. setiap orang punya pendapatnya masing-masing sih, sebenarnya bisa dikatakan bersalah atau tidak mengenai dakwah yang disampaikan oleh Haji Rhoma Irama di salah satu masjid di Tanjung Duren, dan apakah bisa dibenarkan "guyonan" Bapak Fauzi Bowo yang disampaikan ketika mengunjungi korban kebakaran di Karet Tengsin?

Membaca berita tentang kedua kasus tersebut (dakwah Haji Rhoma Irama dan guyonan Bapak Fauzi Bowo) di media-media internet, gw jadi gak nyaman sama situasi yang terjadi. Apakah tidak bisa dilakukan dengan cara yang sehat. Gw mau mengutip kata-kata Pak Jokowi.. bahwa disini seharusnya yang dijadikan adalah pertarungan visi dan misi untuk membangun kota Jakarta,  bukannya menggunakan cara-cara yang tidak baik seperti isu SARA dan isu money politic yang kabarnya dilakukan oleh pihak Jokowi-Ahok.

Kesal? Iya sih. Kesal juga.. Kenapa ya, kalo ada orang baik yang ingin mengadakan suatu perubahan pasti ditentang secara besar-besaran oleh kaum-kaum elite politik?
Come on! Ini masa demokrasi. Katanya kita sudah merdeka? Tapi kenapa rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta belum bisa mendapatkan segala sesuatu yang menjadi hak mereka? Seperti tempat yang nyaman untuk berdagang bagi para pedagang kaki  lima. Yang terjadi adalah satpol PP mengusir mereka dan menghancurkan barang dagangan mereka. Seharusnya mereka diberikan tempat yang layak untuk berdagang, bukannya dibiarkan saja sehingga menjadi pedagang liar kemudian diusir secara semena-mena. Itupun yang terjadi ketika melakukan penggusuran rumah-rumah di kawasan kumuh. Ada air mata, ada teriakan, ada sumpah serapah. Cuman bisa ngelus dada, melihat hal yang seperti itu terjadi. Ini Indonesia? Benar ini Indonesia? Yang katanya sudah merdeka?
Yang gw lihat kita malah dijajah sama bangsa sendiri.. Miris. 
Kemana saja pemerintah Jakarta selama ini? Dimana peran sertanya untuk mensejahterakan masyarakat Jakarta?

Ngomongin itu ga ada habisnya.. Sekarang untuk yang berpikiran terbuka adalah.. "Bagaimana cara memperbaiki tatanan kota Jakarta yang semerawut?"

Ketika kita menemukan jalan baru untuk mencoba adanya perubahan itu kenapa enggak?
Gw bukan timses Jokowi-Ahok yang dibayar.. Gw hanyalah rakyat biasa yang sudah bosan dengan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa sendiri, dan sudah bosan dengan pemerkosaan hak-hak yang terjadi secara terus menerus, dan dengan sukarela gw mendukung Jokowi-Ahok untuk Jakarta Baru, untuk perubahan yang akan menjadikan Jakarta menjadi lebih baik dari sebelumnya. Inget loh, Jakarta adalah sebuah ibukota. Jika Jakarta mampu mengembangkan dirinya dan  menjadi sebuah kota megapolitan dengan tatakota yang baik, maka kota-kota yang lain niscaya akan mengikuti jejak kota Jakarta. Amin.

Tanggal 20 September masih beberapa minggu lagi, namun sekarang telah terbentuk 2 kubu di Jakarta sejak beberapa waktu lalu dan semakin menguat ketika mendekati hari putaran kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Kubu Partai Politik vs Kubu Rakyat Jakarta yang merindukan perubahan.

Jokowi-Ahok benar-benar menjadi sebuah fenomena di Jakarta. Sikap rendah hati, pro rakyat, pemaaf, nrimo , nguwongke wong (memanusiakan manusia) menjadi sebuah hal yang luar biasa di kota Jakarta ini. Dimana ketika kita sudah mencap buruk para pejabat pemerintahan, Pak Jokowi dan Pak Ahok membawa atmosfir baru bagi kota Jakarta. Seperti air di padang yang tandus, atau secercah cahaya di tengah kegelapan :)
Sekarang saatnya rakyat merapatkan barisan dan mengadakan perubahan baru. Jokowi-Ahok tidak salah jika mereka memilih untuk berkoalisi dengan rakyat. Suara rakyat adalah suara Tuhan, jika memang amanah itu diberikan pada Pak Jokowi dan Pak Ahok, niscaya mereka akan menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

Gak pake ba-bi-bu lagi, deh! Mendingan liat movie yang berikut ini untuk mencari tahu siapa sebenarnya sosok Jokowi-Ahok yang sekarang sedang jadi fenomena di Jakarta.

Jakarta Baru the Movie

 

Tambahan lagi, alasan kenapa gw milih Bapak Jokowi : 
Jokowi Tak Suka Koalisi Simbolis (sumber detik.com)

Jadikan tanggal 20 September nanti sebagai suatu hari penentuan "Siapa yang pantas menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta"
Gunakan hak suara yang kita miliki sebaik-baiknya berdasarkan hati nurani.
Kapan lagi akan terjadi perubahan jika kita sendiri tidak coba untuk merubahnya?

Silakan berpikir secara cerdas, siapa yang pantas di vote! :)



Bukankah keberhasilan sebuah kota atau bahkan negara tergantung oleh pemimpinnya?

Just ask to our heart, because we have chance for a big change.. 

Love Jakarta!


Sabtu, 11 Agustus 2012

Be a Tour Leader (finally)

Setelah buat passport baru yang memakan waktu selama beberapa hari, dan penantian yang cukup panjang, akhirnya passport pun di tangan.

Selanjutnya adalah persiapan menuju hari H, dimana akhirnya aku ditugaskan untuk membawa tour Malaysia  Singapore, bukan Bangkok seperti yang pertama kali diinformasikan.

Malaysia Singapore? Fine lah.. Aku kan dulu udah pernah study tour ke dua negara tersebut :)

Pengennya sih cepet-cepet hari H aja deh. Aku ngerasa yang bikin deg-degan itu persiapannya. Mungkin kalo udah disana akan lebih baik kali ya.. Afterall, kalo aku membawa Tuhan dalam setiap pekerjaanku, segalanya akan menjadi lebih baik.

Persiapan ini itu udah aku kerjain. Tinggal beberapa hal aja yang harus aku selesaikan.

Di dalam tour ini yang menjadi pikiran utama aku adalah bagaimana membangun hubungan baik dengan para peserta tour dan membuat mereka benar-benar merasakan kegembiraan dengan mengikuti tour yang aku bawa. Aku berpegang pada : Aku akan berusaha sebaik-baiknya untuk menemani mereka selama 6 hari ke depan tour Malaysia Singapore.

Takut? ada.. Khawatir? iya..

Tapi back pada : Aku ini kan gak bekerja sendiri. Jika aku sekarang mengemban tugas ini adalah karena ijin dari Tuhan juga. Maka aku akan meminta bantuanNya untuk menemani dan membimbing aku selama tugas nanti.

Aku percaya jika aku membawa semuanya dalam nama Tuhan, dan aku lakukan pekerjaanku demi kemuliaanNya, maka dia akan senantiasa membukakan jalan untukku. Amin.

Yup!! tinggal beberapa hari lagi aku akan meninggalkan Indonesia dan mengunjungi negeri seberang  selama 6 hari :)

Hari senin aku akan ke kantor pusat untuk ambil tiket, hari selasa menyerahkan filling terakhir. Setelah itu aku masih memiliki 2 hari untuk persiapan tour ini.

I will get my luck, coz I have Jesus in me! :)

Sebenarnya sih : Aku bener-bener gak sabar untuk cepat-cepat hari H!!

-This is a new step for me, to bring His majesty in my way!-



Ribetnya buat passport hilang

Kurang lebih minggu ke 2 bulan Juli yang lalu, aku ditugaskan oleh kantor untuk membawa tour ke Bangkok. Akhirnya harus urus passport yang sempet ilang beberapa waktu lalu.
Bulan May lalu seharusnya udah ngurus untuk passport hilang, soalnya ada gathering dari kantor jalan-jalan ke Singapore. Tapi karena waktu untuk urus passport hilang itu gak sebentar dan karena belom ada biayanya (xixixi) akhirnya pending dulu untuk urusan keluar negeri, berkenaan dengan gathering kantor. Nah, karena ini adalah tugas yang harus dijalankan dari kantor, dan untuk memenuhi tanggung jawab sebagai salah satu karyawan travel yang baik (tsaah.. ) akhirnya aku pun harus buat passport. 

Ribet? Ya! Ribet. Itu kesimpulannya. Kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan. Hehe.. 
Hampir seminggu kerjaan aku bolak-balik ke kantor Imigrasi. Tapi lebih baik sih, daripada lewat agent, karena kata temen aku pembuatannya akan sangat mahal, dan aku cari info di internet bisa mencapai 3 juta. Lebih baik aku kerjakan sendiri aja. 

Hari pertama. 
Di hari pertama aku harus buat surat hilang ke kantor polisi. Gak ditanyain yang macem-macem sih, cuman ditanya aja : ilang dimana? kenapa bisa ilang? 
Setelah itu dapet surat hilang dari kantor polisi langsung cabut ke imigrasi. Di kantor imigrasi ternyata penyerahan dokumen cuman sampai jam 10.00 aja karena lagi bulan puasa. Karena udah gak keburu akhirnya besokkannya aku baru balik lagi ke kantor imigrasi. 

Hari kedua. 
Di hari kedua ini, aku pagi-pagi udah jalan ama bokap naik motor ke kantor imigrasi. Setelah ambil nomor antrian, dipanggil dan akhirnya menyerahkan dokumen-dokumen untuk pembuatan passport baru. Kata bagian penerimaan dokumen di loket, aku suruh tunggu dulu karena harus wawancara di lantai 2, bagian wasdakim yang nanti akan membuatkan BAP. Oke, setelah menunggu sekitar 30 menit, aku naik ke lantai 2 dan bertemu dengan orang dari bagian wasdakim. Ditanyain macem-macem.. Ilangnya gimana? membuat passport untuk pergi kemana? Tujuannya apa? Setelah ditanyakan berbagai macam hal, disuruh periksa lagi hasil dari wawancaranya. Setelah bener semua aku suruh tanda tangan di kertas hasil wawancara yang udah diprint dan besok harus kembali lagi jam 10.00 untuk ambil BAP dan diserahkan ke KANWIL HAM di Kuningan.


Hari ketiga.
Balik lagi ke kantor imigrasi, jam 08.35 sudah sampai. Jam 10.00 naik ke lantai 2 untuk ambil BAP, tapi ternyata orang yang bertugas untuk tanda tangan BAP belum datang (capee deehh). Akhirnya aku turun lagi ke lantai 1 dan menunggu sama bokap. Bolak-balik ke lantai 2 untuk nanyain udah bisa diambil atau belum ternyata belum bisa juga. Akhirnya setelah penantian panjang (kurang lebih 4 jam!! -.-), aku dapetin BAP nya dan harus dianterin ke KANWIL HAM untuk mendapatkan surat persetujuan membuat passport baru. 
Dianterin bokap ke KANWIL, dan menyerahkan BAP yang harus dimasukkan ke dalam map merah yang bisa dibeli di kantor KANWIL HAM. Kata petugasnya, " Besok balik lagi ya kesini untuk ambil suratnya.. " , " Ga bisa sekarang, Mba?" aku tanyain aja biar cepet selesai, karena gak enak kalo terus-terusan ijin ama kantor. "Kalo mau ditunggu boleh, tapi belum tentu selesai hari ini suratnya.. " Ya udah, akhirnya aku balik ke kantor ama bokap.


Hari keempat. 
Karena hari ini ada sedikit hambatan, temen aku gak bisa dateng kantor tepat waktu (karena aku hanya berdua sama teman aku sebagai perwakilan dari Anta di kantor implant) akhirnya aku masuk kantor dulu dan bokap ambil surat ke KANWIL. Jam 09.15 an teman aku udah sampe kantor dan jam 10.00 bokap jemput ke kantor implant, akhirnya aku jalan ke kantor imigrasi. 
Naik ke lantai 2 bagian wasdakim, nyerahin surat dari KANWIL. Kata orang yang bertugas langsung bayar di kasir dan foto hari itu juga. 
Nah, disini agak menyebalkan. Ternyata loket untuk pembayaran sudah tutup dan dia tidak lagi mau menerima pembayaran. Aku bilang aja, disuruh bayar oleh bagian wasdakim hari itu juga. Aku gak mau bolak-balik lagi, dan katanya "Memang seperti itu kalo urus passport hilang. Coba tanya ke Bapak di loket sebelah". Aku tanya ke Bapak yang bertugas di loket penerimaan dokumen untuk pembuatan passport. Jawaban yang diberikan sama. Katanya sudah tutup jam 10.00 untuk pembayaran, dan kalo dia melanggar nanti dia yang kena tegur. Padahal aku sudah disuruh oleh bagian wasdakim untuk bayar, aku jelaskan semuanya. Bapak itu malah nyuruh aku tanya ke loket paling ujung lagi untuk mendapatkan persetujuan. Aku jalan ke loket paling pojok sama bokap, ternyata orangnya lagi gak di tempat. Aku konfirmasi dengan salah satu penjaga loket wanita disana, yang lagi ngobrol sama temennya. "Saya mau bayar, Mba, tapi katanya loket pembayaran sudah tutup. Sedangkan kata Bapak XXX di lantai 2, saya sudah bisa bayar hari ini. ", "Oh, iya, Mba. Besok aja balik lagi. Kalo sekarang sudah tutup. " Saya tetap bersikeras kalo saya bisa bayar hari itu, karena sudah mendapat persetujuan dari petugas bagian wasdakim dan lagipula saya baru mendapatkan surat persetujuan dari KANWIL jam 10.00 (sesuai dengan permintaan pihak KANWIL jika suratnya bisa diambil jam 10.00). Akhirnya Bapak yang di loket kedua tadi mengatakan "bawa kesini dokumennya, " dengan nada agak kesal. Setelah itu dia menuliskan keterangan untuk pembayaran hari itu juga. Aku mendapat nomor antrian terakhir, 133. Tapi tidak apalah, yang penting bisa diselesaikan hari itu dan aku lihat antrian pembayaran juga cepat. 
Setelah bayar -disini aku dikenakan biaya 455.000- , dan kemudian foto. Setelah foto aku kembali ke kantor. 

Lama pembuatan passport 4 hari. Setelah 4 hari aku dan papa kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil passport. Akhirnya passport di tangan juga. Hahaha..

Thanks to God! Untuk bantuanNya dalam proses pembuatan passport baru aku. Karena aku tidak memiliki copy passport yang hilang, tapi ternyata papa menemukan jika di bagian belakang akta lahir asli aku ada nomor passport yang sempat ditempelkan oleh bagian imigrasi terdahulu. Kalo gak ada nomor passportnya bakal lebih ribet. Jadi sebaiknya memang menyimpan foto copy passport untuk jaga-jaga jika passport hilang. 

Thanks to my Daddy! Yang udah bersabar tiap hari anterin aku bolak-balik kantor imigrasi untuk pembuatan passport. My daddy is my hero. :)

Setelah pembuatan passport, maka hal-hal lain yang harus diselesaikan pun menanti. 

Persiapan untuk menjadi tour leader Lebaran :)