All about me and my own world !

I try to describe "me".Hope you enjoyed my world. If you don't like it exit button is over there. Thanks! :)

Selasa, 10 April 2012

Cerminan Cinta Kasih dari Mother Teresa

It has been a long time I didn't write on my blog.. I miss my blog :)


Ketulusan itu terpancar dari matanya
Senyumnya menyiratkan kasih yang luar biasa
Setiap kerutan pertanda usia senja tak menghilangkan cahaya yang selalu berbinar dari hatinya. 
Ia lah cerminan cinta nyata yang sungguh pernah ada di dunia dan tak kan terlupa meski masa sudah tak lagi sama. 






Udah berapa lama ya gw hidup di dunia ini? Umm.. 22 tahun. 
Udah berapa banyak ya kasih yang gw berikan untuk sesama gw? A little bit of.. 
Apakah gw mampu mengasihi sesama gw yang membutuhkan secara total? Maaf, belum bisa.

Gw hidup dalam keegoisan, gw sadar itu. Gw gak malu buat mengakuinya.. Gw terlalu lama tinggal dalam keegoisan yang membuat mata hati gw kadang tertutup dan tidak bisa melihat sesama  yang membutuhkan. So selfish. Gak bisa dipungkiri sama gw dan kalian, Guys. Keegoisan itu adalah sifat dasar manusia. Tapi kalo ditanya ada gak sih manusia yang gak egois? Silahkan kalian menilai jawaban gw ini benar atau salah. Tapi gw bilang, ada. 

Ada satu teladan yang bener-bener berkesan di kehidupan gw. Gw bener-bener kagum sama sosok beliau. Setiap gw denger cerita tentang beliau, atau baca quotes nya, gw pasti terharu dan nangis. Bahkan  ngeliat foto beliau yang lagi tertawa aja gw nangis.. T.T 
Cengeng gw?? Bodo amat.. XP

Beliau adalah Mother Teresa  Beliau adalah orang yang tidak egois. Setuju gak sama gw? Ada yang mau bilang gw salah? Kasih gw buktinya.. 

Gw rasa gw gak perlu banyak omong tentang beliau. Siapa sih yang gak kenal sama beliau? Seseorang yang mungkin gak akan pernah kita temui lagi di era modern seperti ini, dimana orang-orang terlalu sibuk dengan dirinya sendiri dan gak perduli lagi sama orang lain. Mother Teresa adalah seseorang yang menginginkan sesamanya yang akan meninggal bisa wafat sebagai manusia. Sesamanya adalah orang-orang yang tertindas, yang dikucilkan, yang tidak dianggap ada oleh dunia. Dia berusaha untuk bisa menjadi cahaya di tengah-tengah mereka. Banyak hal yang menghambatnya untuk bisa melayani sesama, tapi dengan kepercayaan yang luar biasa bahwa dia mampu, maka dia pun menjadi pelita di tengah kegelapan.. 

Luar biasa banget menurut gw. Beliau bisa aja menjadi biarawati yang tidak terjun di dunia yang dia pilih ketika itu dan mendapakan hidup yang lebih baik di Loreto- biara tempat beliau pernah tinggal-, tidak melayani sesamanya yang sakit dan dikucilkan, tapi kesederhanaan dan ketulusan hatinya telah membawanya kepada pelayanan yang luar biasa... 

Teresa menulis dalam buku hariannya bahwa tahun pertamanya penuh dengan kesulitan. Ia tidak memiliki penghasilan dan harus memohon makanan dan persediaan. Teresa mengalami keraguan, kesepian dan godaan untuk kembali dalam kenyamanan kehidupan biara. Ia menulis dalam buku hariannya:
“Tuhan ingin saya masuk dalam kemelaratan. Hari ini saya mendapat pelajaran yang baik. Kemelaratan para orang miskin pastilah sangat keras. Ketika saya mencari tempat tinggal, saya berjalan dan terus berjalan sampai lengan dan kaki saya sakit. Saya bayangkan bagaimana mereka sakit jiwa dan raga, mencari tempat tinggal, makanan dan kesehatan. Kemudian kenikmatan Loreto datang pada saya. ‘Kamu hanya perlu mengatakan dan semuanya akan menjadi milikmu lagi,’ kata sang penggoda... Sebuah pilihan bebas, Tuhanku, cintaku untukmu, aku ingin tetap bertahan dan melakukan segala keinginan-Mu merupakan kehormatan bagiku. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh karenanya.”.

Pelayanan yang telah dia berikan untuk sesamanya, sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci:

Matius 25:40
"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."



Jika di masa sekarang ini ada orang seperti beliau, maka kehidupan akan menjadi lebih baik. Memang tidak bisa merubah keseluruhan kehidupan yang sudah tercipta, tapi paling tidak ada cahaya yang menerangi dan memberikan warna yang berbeda untuk dunia.

Sulit banget untuk bisa menjadi seperti itu, bahkan rasa-rasanya tidak mungkin untuk bisa menjadi seperti  beliau. Paling tidak kita bisa melakukan suatu hal untuk sesama kita yang membutuhkan. Tidak perlu melakukan suatu hal yang luar biasa seperti Mother Teresa -sukur-sukur kalo bener-bener bisa seperti beliau-, tapi dengan hal yang biasa saja, kita bisa memberikan sedikit tempat bagi mereka yang membutuhkan agar memperoleh ketenangan dan penghargaan di dalam hidup mereka yang merasa dikucilkan. 

Diawali dengan tindakan yang paling sederhana, seperti menyayangi adik, kakak dan orang tua, serta teman-teman, juga memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar kita. Bersikap lebih sabar dan toleransi kepada orang lain, kemudian yang paling penting adalah menjadikan Tuhan sebagai fokus hidup kita, agar kita bisa melakukan semua tindakan cinta kasih itu dengan tulus, atas dasar cinta yang telah diberikan Tuhan juga pada kita.. Haioo.. ini kan habis Paskah, masih berasa dong cinta Yesus yang begitu besar sama kita?? XD

Dunia ini masih membutuhkan banyak bangeeett kasih untuk  bisa tetap hidup. 


Keep move on in love. 
We have got a lot of love and why don't we share it?? 

-God Bless You-






If we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other.
Mother Teresa
Read more @ Mother Teresa Quotes



`Lord, make me a channel of your peace. 

Where there is hatred, may I bring love; 

where there is injury, pardon; 

where there is doubt, faith; 
where there is despair, hope; 
where there is darkness, light; 
where there is sadness, joy. 
Oh, Divine Master, 
grant that I may not so much 
seek to be consoled as to console;
 not so much to be understood as to understand; 
not to be loved as to love. 
For it is in giving that we receive;
 it is in pardoning that we are pardoned; 
and it is in dying that we are born again to eternal life.'
- St. Francis of Assisi -







Tidak ada komentar:

Posting Komentar