Wondering..
Jika....! Gw sekarang di Klaten, maka gw akan ajak bokap gw keluar untuk cari wedang ronde.. Hahaha..
Berhubung gw ada di Jakarta (yang dimana wedang ronde itu hampir gak ditemuin di sini), jadi gw ngeblog aja..
Hmm.. Beberapa bulan lalu gw sudah menyelesaikan salah satu buku milik Paulo Coelho yang berjudul The Pilgrimage (Sang Peziarah).. Buku ini menceritakan tentang perjalanan Paulo dalam mencapai pengetahuan diri, kebijaksanaan dan penguasaan spiritual.Banyak hal yang gw temui dalam diri Paulo Coelho, dan gw merasa ada banyak kesamaan antara gw dan dia.. Gw merasa gw pun sedang mengalami perjalanan hidup yang sedang dialami Paulo dalam buku ini. Gw sama-sama penasaran tentang segala hal dalam diri gw.. Diri manusia itu kalo mau diselamin daleeeeemmm banget.. Gak bisa didefinisikan secara gamblang. Jauh banget dari kata-kata.. "Dia itu orangnya seperti apa sih?", "Umm.. baik, ramah, kadang.. sedikit pemarah.. Tapi.. dia baik kok!" Bukan itu yang gw maksud untuk hal ini.. Sisi dalam diri manusia itu ada yang berbeda dari itu. Suatu sisi yang memiliki hubungan baik -khusus- dengan Tuhan.
Pernah denger gak kata-kata "Chaos" ? Chaos adalah bagian kosong dalam diri manusia yang tidak akan pernah bisa diisi oleh apapun juga kecuali oleh Tuhan sendiri. Tuhan sudah memiliki tempatnya sendiri, dan seringkali manusia membiarkan tempat itu kosong terus-terusan, tidak mau diisi olehNya.. Makanya sering ada orang bilang "Ah, boring gw ama hidup gw.. ", "Kenapa ya.. hidup gw gini-gini aja?", dsb.. Sebenernya kalo kita mau menyadari adanya bagian kosong itu dan mau mengisinya dengan Tuhan, kemungkinan besar kata-kata itu tidak akan terucap dari mulut. Dan gw berpendapat disini, bahwa itulah yang ingin ditemukan oleh Paulo -dan juga gw- secara utuh dari perjalanan rohani yang dilakukan. Gw emang gak sehebat Paulo yang sampai ke Spanyol untuk mencari itu semua, tapi gw menyadari bahwa itulah yang sedang gw lakukan sekarang. Gw sedang mencari tentang pengetahuan diri, kebijaksanaan dan penguasaan spiritual untuk mengisi kekosongan itu.. Yup!! Itulah yang diperlukan untuk mengisi ruang Chaos itu.. Tuhan memiliki bagian dalam ketiga aspek tersebut.. :)
Intermezzo : Ya, Tuhan maafkan aku.. Masih kosong, nih.. Belum terisi penuh.. T.T (ngaku dosa)
Dari awal pertama gw baca buku Paulo Coelho yang berjudul The Alchemist, gw udah jatuh cinta sama karya-karyanya.. Berlanjut ke Devil and Miss Prym, kemudian Veronika Memutuskan Mati, dan karya-karyanya yang lain.. Silakan liat di bagian kanan dari blog gw untuk karta-karya dari Paulo Coelho yang keren-keren itu. Ada satu buku lagi yang belum sempat gw baca.. Judulnya The Fifth Mountain, gw masih cari bukunya sampe sekarang, tapi waktu itu gw mampir ke Gramedia @ Gandaria City, gak ada.. :(
Beberapa hari lalu hasrat membaca gw timbul lagi, setelah beberapa waktu vakum dari kegiatan membaca. Lirikan mata gw jatuh pada buku Paulo Coelho yang udah gw bahas diatas tadi.. The Pilgrimage..
Gw ambil buku itu di atas rak gw, dan gw buka-buka sebentar sampe akhirnya gw menemukan kata-kata yang bagus... Saat ini gw merasa.. Love is in the air.. dan inilah sedikit tulisan dari Paulo Coelho yang bisa gw share disini, yang gw rasa cocok dengan situasi yang lagi gw hadapin sekarang..
Kasihanilah mereka yang mengikatkan diri pada cinta yang serapuh sutra, dan berpikir mereka dapat menguasai orang lain, dan mereka yang merasa cemburu dan meracuni diri, dan mereka yang menyiksa diri karena tak sanggup melihat cinta dan hidup berubah laksana angin. Namun lebih kasihani mereka yang mati karena rasa takut mencintai, dan mereka yang menampik cinta demi cinta yang lebih agung yang tak mereka ketahui. Tak seorang pun dari mereka memahami hukum-Mu yang mengatakan, 'Siapa pun yang meminum air yang kuberikan takkan pernah menjumpai dahaga.'
-The Pilgrimage, hal. 153-
Beneran kena banget tuh tulisan dari Paulo Coelho..
Kita seringkali terlalu mengikatkan diri pada seseorang yang kita cintai, dan kemudian keadaan berubah, orang yang kita cintai tak lagi seperti dulu, mulai cuek dan menjauh, maka dunia berasa kiamat.. Kita menjadi rapuh dan mulai menyalahkan keadaan, yang sebenarnya proses menyakiti diri sendiri itu sedang berlanjut. Coba deh, anggap aja itu warna dalam hidup, walaupun sakit tapi kita tidak boleh terus-terusan larut dalam kesedihan. Makanya ketika kita menyayangi seseorang jangan berlebihan, karena dia pun bukan milik kita, dia milik Tuhan. Maka jika Tuhan mengijinkan dia untuk kita, ya pasti Tuhan akan memberikannya :)
Pukul 12.05.
Gw harus tidur sekarang. Besok gw tugas choir di gereja. Gw gak mau melewati tugas lagi nanti chaos nya gak keisi-isi.. Hahahaha.. XP
Good Night, World
-.-Zzz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar