Aku pernah mencintai satu sosok yang luar biasa. Dia sudah membuatku jatuh cinta sepenuhnya, dan aku tidak ingin menggantinya dengan apapun juga di dunia ini. Dengan apapun juga..
Dia begitu luar biasa. Seseorang yang paling luar biasa yang juga telah menjadikan aku sebagai seseorang yang luar biasa. Bersama dengannya aku merasa bahwa aku menjadi seseorang yang sangat berharga, menjadi seseorang yang sangat amat dicintai. Bersama dengannya aku merasa sangat bahagia, dan aku merasa bahwa aku adalah orang paling bahagia di dunia ini.
Aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta dan sangat amat mencintainya..
Namanya Yesus.
Dia telah membuatku menjadi seseorang yang luar biasa. Aku merasa tidak berguna sebelum aku dekat denganNya, aku adalah seseorang yang tidak berharga di mata dunia. Tapi ketika tetes darah pertamaNya jatuh membasahi tanah bumi, aku merasa bahwa aku telah menjadi seseorang yang sungguh luar biasa dan amat dicintai.
Tapi kemudian dunia telah membutakan mata hatiku. Aku kehilangan cintaku, aku kehilangan Dia, satu-satunya yang paling aku cintai di dunia ini. Aku memalingkan wajahku dari wajahNya, dari cintaNya. Aku memilih jalan lain yang membuatku bahagia di luar tapi tidak bahagia di dalam. Aku yang nakal, aku yang suka berpetualang, aku yang pergi mengembara dan kemudian meninggalkanNya.
Aku hampir meninggalkanNya, meninggalkan keyakinanku padaNya. Melupakan setiap tetes darah yang pernah dia tumpahkan untukku. Aku melupakan pengorbananNya..
Dan karma itu berlaku. Aku yang meninggalkan, merasa ditinggalkan. Aku yang menyakiti, tersakiti. Aku yang membuat Dia bersedih, mulai menangis. Aku yang melupakannya, menjadi dilupakan. Aku tahu rasanya sekarang. Mati.
Setelah apa yang aku lalui selama beberapa tahun ini, aku akhirnya berkomitmen untuk pulang dan kembali padaNya. Kembali mencintai Dia dengan sepenuh hatiku agar aku bisa mendapatkan kembali cinta sejati itu. Tanpa cinta aku merasa mati, dengan kembali padaNya maka aku akan hidup kembali.
Aku yang merasa sangat berdosa ingin kembali padaNya. Aku yang merasa kehilangan ingin mendapatkan kembali. Aku tahu rasanya.. Aku telah mendapatkan tempaanku sendiri. Aku telah merasakan kesakitan itu dan akhirnya aku pun bertumbuh. Aku yang telah hilang akhirnya didapat kembali olehNya.
Satu yang ingin aku tanamkan dan aku komitmenkan kembali dalam hidupku, aku tak mau lagi keluar dari rumahNya yang nyaman. Aku akan berada terus disana, kendati pun aku hanya berada di pelataran rumahNya, tak masalah bagiku, setidaknya aku bisa melihat Dia dan bertemu denganNya ketika aku merasa sedih dan sakit.
Saat ini aku hanya ingin melakukan semuanya untuk Dia. Aku hanya ingin membuatnya tersenyum. SenyumNya adalah hidupku. SenyumNya adalah kekuatanku. Aku pun tahu bahwa senyumku adalah kehidupanNya, dan semangat hidupku adalah nafasNya..
Aku tahu setelah aku merenungkan semuanya.. Disinilah cinta sejati.. Seperti apa yang pernah aku tulis sebelumnya.. Mencintai dan dicintai. Disini posisi aku sekarang. Aku mendapat cinta yang luar biasa, dan porsinya sungguh luar biasa kendati cintaku belum bisa menjadi sempurna, tapi cintaNya selalu sempurna bagiku.
Jesus is the only one my healer and He will healing all my wounds..
Jesus is the only my love, and He will love me more
Jesus the one and only.
.. and I will turn..
I love You, Jesus.
sumber:ravendeb.blogspot.com
11.39 pm

Keren kakak
BalasHapus