All about me and my own world !

I try to describe "me".Hope you enjoyed my world. If you don't like it exit button is over there. Thanks! :)

Selasa, 28 Februari 2012

Mencintai dan Dicintai

Jika gue diberikan pertanyaan apakah lebih baik dicintai atau mencintai, maka jawaban yang gw berikan adalah "gw memilih untuk dicintai."
Kenapa?
Salah satu alasannya karena mencintai itu sakit.. dan dicintai itu tidak. Simple.
Ketika kita mencintai, banyak hal yang akan dikorbankan, jiwa dan raga serta perasaan untuk orang yang kita cintai, tapi ketika kita dicintai.. Hey! Kita kan tinggal menerima segala macam perhatian dan rasa cinta yang dicurahkan oleh orang yang mencintai kita. Alangkah bahagianya jika kita dicintai!

Tapi apakah orang yang mencintai kita itu tidak pantas untuk dicintai? Dia telah mengorbankan banyak hal untuk memberikan cintanya pada kita, lalu apa yang akan kita berikan?
Cinta pula lah yang akan kita berikan padanya bukan? Dan pada akhirnya kita pun akan jatuh ke dalam kesakitan dan juga pengorbanan yang terkadang akan menguras air mata. (Sigh)

Dan akhirnya akan terjadi timbal balik, dan disanalah sesuatu yang dinamakan cinta itu akan menjadi benar-benar berharga. Mencintai dan dicintai = semuanya tentang CINTA.
Mencintai = memberikan apa yang kita punya untuk orang yang kita cintai
Dicintai = mendapatkan segala sesuatu bagi perhatian, kasih sayang, pengorbanan dsb, dari orang yang mencintai kita.
Jika hanya ada kata Mencintai atau hanya ada kata Dicintai, maka CINTA itu sendiri tidak akan menjadi utuh.

Fine, guys! Mencintai memang berat.. Dicintai memang lebih enak dan tidak banyak resiko yang harus diambil, tapi jika hanya ada kata mencintai atau dicintai dalam diri kita, hanya ada salah satu dari kata itu, maka cinta yang sesungguhnya tidak akan menampakkan diri. Dalam air mata akan ada bahagia dan sebaliknya.

Mengapa malam ini gue membahas tentang mencintai dan dicintai? Gue cuman pengen ngebuka mata aja, orang-orang egois, termasuk gue, yang selama ini hanya menginginkan perasaan untuk sekedar dicintai, tapi tidak berani mengambil resiko untuk mencintai karena berbagai alasan. Alasan yang paling klise dan paling alibi adalah "gue takut mencintai, karena gue takut bakal disakiti."
Gue mengutip kata-kata cowok gue ketika dia menasihati adik gw yang dalam tahap galau karena perasaan mencintainya terhadap seseorang..
"gue takut, kak.. ," kata adik perempuan gw waktu itu. Dan dengan singkat cowok gue menjawab, "kalo lo takut.. Gimana lu mau bahagia?"

That's the point!!
Jika kita hanya menginginkan untuk dicintai dan tidak berani untuk mencintai, bagaimana kita akan menjadi bahagia? Kebahagiaan itu juga perlu diperjuangkan bukan? Mengambil segala resiko yang ada, termasuk dalam hal cinta untuk bisa bahagia bersama orang yang kita cinta.
Bukan perkara mudah emang mengambil resiko untuk menjadi bahagia. Bisa jadi malah trial and error. Ini bukan cuman sekedar tulisan belaka aja, teman.. Gue sendiri pernah mengalami trial and error itu.. Gue pernah naksir cowok selama bertahun-tahun.. Tiap malem gue khusuk berdoa supaya someday gw bisa jadian ama cowok yang gue suka itu. Dia b'day gw kasih hadiah buat dia, padahal waktu itu dia gak terlalu mengenal gue.. Anggaplah hadiah dari pengagum, sahut gue dalam hati waktu itu, ketika gw memberikan hadiah itu untuk dia.. Seiring berjalannya waktu, doa gue pun terkabul. Gue jadian sama dia, orang yang gue idam-idamkan selama ini.. Dan kesan pertama yang gw dapet adalah GUE BAHAGIA. Ya, gw bahagia. Amat sangat bahagia waktu itu. Rasanya .. seperti.. Wow.. dream comes true!! Kayak dapet undian berhadiah. Ini gak lebay.. Tapi itulah rasanya mendapatkan orang yang telah kita cintai bertahun-tahun dan kemudian bisa berada di sampingnya, jadi kekasihnya.

Gak perlu waktu lama bagi gue untuk mempertahankan yang namanya GUE BAHAGIA itu.. Mencintai dan dicintai. Gue mencintai dia.. tapi apakah gue dicintai?? Itu pertanyaan yang tiap malem muncul di benak gue. Sampai pada akhirnya di suatu titik temu tertentu gw yakin kalo dia gak mencintai gue. Mungkin dia punya alasan sendiri untuk menerima gue. Done. 3 bulan kita pacaran dan berakhir di hari Natal, hari dimana gue pengeeen banget menghabiskan waktu bersama dia :)
Is that sick?? Absolutly yes!!

Tapi itulah resiko yang harus kita ambil. Banyak hal yang harus kita ambil dalam hidup ini. Setiap kesempatan yang ada, sekecil apapun.. Berani melakukan trial and error pada akhirnya akan membawa kita pada kesuksesan yang luar biasa. Dan bagaimana cerita cinta gue sekarang? Fine. Gw punya cowo yang baik, yang sayang sama gue, bisa buat gue seneng dan the most important things is.. mencintai atau dicintai itu gak berdiri sendiri. Mencintai dan dicintai itu memiliki timbal balik yang sama, dan itulah yang menjadikan segala sesuatunya lebih indah.


Kata siapa cinta hanya berpihak pada orang-orang tertentu?? Cinta ada dalam diri setiap orang, sekarang tinggal kita berani atau tidaknya mencintai terlebih dahulu untuk pada akhirnya kita bisa dicintai.

Cheer up!!
Love is everywhere. Get one and keep it!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar